DEWAN KOTA

21 Apr

Dewan Dukung Warga Kolhua

H U : Tanggal: 20-04-2013 – 16:04 Wita | komentar : 1

Kunjungan Warga Kolhua Ke Redaksi VN

Kunjungan Warga Kolhua Ke Redaksi VN

Victorynews-media.com- PENOLAKAN para pemilik lahan di lokasi pembangunan Bendungan Kolhua mendapat dukungan dari DPRD Kota Kupang. DPRD menuding, kengototan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tidak berdasar dan proyek tersebut adalah proyek tumpang tindih.
Disebut demikian karena saat ini Pemkot intens mengerjakan proyek jaringan pipa air baku yang disuplai dari Bendungan Tilong yang juga melibatkan BLUD SPAM, Dinas PU Provinsi NTT, PDAM Kota Kupang, dan Bank Dunia. Bahkan Dinas PU sedang melakukan perluasan jaringan dan sambungan rumah kepada konsumen dengan memanfaatkan sumber air baku dari Bendungan Biknoi dari APBN melalui dana alokasi khusus (DAK).
“Kalau Kolhua untuk memenuhi kebutuhan air, maka itu proyek tumpang tindih karena proyek jaringan pipa dari Bendungan Tilong tujuannya juga sama. Harusnya Pemkot membuat skala prioritas sehingga dananya bisa digunakan untuk kebutuhan lain,” tegas Ketua DPRD Kota Kupang Tellendmark Daud kepada VN, Jumat (19/4).
Bagi dia, proyek tersebut bakal mubazir dan buang-buang uang. Kalau memang untuk wisata maka ada banyak lokasi wisata di Kota Kupang tapi tidak diperhatiKan. Pantai Lasiana dan Oesapa tidak diurus, tapi bendungan mau dijadikan lokasi pariwisata. Sangat lucu,” tegasnya.
Tokoh pemuda Kelurahan Kolhua Dance Bistolen mengamini penegasan Ketua DPRD Kota Kupang tersebut. Bagi dia, pembangunan apapun yang akan dibuat pemerintah, harus berasal dari usulan warga secara berjejang mulai dari kelurahan, kecamatan, dan kota. “Tidak pernah dibicarakan dalam musrenbang kelurahan atau musrenbang kecamatan kok tiba-tiba mau bangun bendungan,” jelasnya.
Terkait dengan itu, Camat Maulafa, Korinus Tuan mengatakan, jadi atau tidaknya pembangunan Bendungan Kolhua, tergantung keputusan masyarakat Kolhua. Dia mengaku dalam berbagai rapat yang digelar Pemkot terkait proyek tersebut, dia getol memperjuangkan hak masyarakat Kolhua dengan memberikan pertimbangan bahwa lahan itu merupakan lahan produktif dan sumber kehidupan warga.
“Saya bilang kalau lahan itu beralih fungsi, maka itu sama saja dengan membunuh masyarakat. Tapi saya juga dilematis karena mereka adalah masyarakat saya dan di pihak lain saya juga harus amankan perintah pimpinan,” kata Tuan.
Asisten II Setda NTT Andreas Jahalu meminta Wali Kota Kupang segera menyelesaikan penolakan pemilik lahan. Dia berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pemkot. “Tapi kalau Pemkot tidak mampu, segera berkoordinasi dengan Pemprov sehingga proses bisa diselesaikan dengan cepat,” katanya.

Jangan Korbankan Rakyat
Ketua Komisi C DPRD NTT Stanis Tefa berharap Pemkot tidak sampai mengorbankan rakyat pemilik lahan apalagi proyek tersebut nantinya menjadi mubazir. “Lakukan kajian dan penilitan yang cermat apa untung ruginya menbangun bendungan di sana. Kalau merugikannya lebih banyak, maka Pemkot harus terima,” pintanya.
Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Charizal Manu yang ditemui terpisah menjelaskan, Bendungan Kolhua akan dibangun di atas lahan seluas 118,86 Ha di Kelurahan Kolhua Kota Kupang dengan dana APBN senilai Rp 480 miliar. Sebanyak Rp 180 miliar digunakan untuk perencanaan, supervisor, evaluasi, dan lainnya. Sedangkan Rp 300 miliar digunakan untuk konstruksi pembangun Bendungan Kolhua, khusus pool bendung. Termasuk sharing dari Pemkot Kupang dan Pemprov NTT masing masing Rp 4 miliar sebesar Rp 8 Miliar. “Masalah ganti rugi lahan diserahkan kepada Pemkot, Pemprov, dan BPN Kota Kupang,” tuturnya.

Iklan

Satu Tanggapan to “DEWAN KOTA”

  1. kpg65 21 April 2013 pada 21:44 #

    Mudah2an dukung kepada warga bukan karena ada embel2 lain ( PILEG2014)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: