IPTV




IPTV, Pesaing Baru Bisnis TV Kabel

Keberadaan teknologi Internet Protocol Television atau IPTV diyakini bakal
menggeser dan menjadi pesaing baru dalam bisnis televisi berlangganan, khususnya
televisi kabel atau satelit. Akan tetapi, untuk sementara konsumen IPTV ini
masih terbatas kalangan menengah atas.

Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT Cisco Systems Indonesia Tony Seno Hartono,
TV kabel berlanggan akan mendapat pesaing baru dari pengembangan teknologi
berbasis internet yang bisa mengirimkan data berbentuk video.

Terlebih lagi, teknologi itu memanfaatkan jaringan kabel telepon yang sudah
banyak tersambung di rumah-rumah konsumen. Akibatnya, operator tidak perlu lagi
membuat jaringan baru yang memakan biaya besar. Sebab, melalui pengembangan
teknologi yang kini digalakkan PT Telekomunikasi Indonesia tbk, satu kabel bisa
dimanfaatkan untuk berbagai layanan pengiriman data, termasuk suara dan video.
”Sehingga, bila sebuah rumah sudah dimasuki kabel berkemampuan IPTV, rumah itu
tidak perlu lagi langgan TV kabel atau satelit. Bisa dibilang, ini ancaman baru
bagi penyedia TV kabel atau satelit,” ujar Tony,
Berbagai macam kelebihan yang ditawarkan IPTV ketimbang TV kabel atau satelit,
salah satunya kemampuanuntuk merekam atau menghentikan gambar (pause) saat
tayangan tersebut disiarkan. Bahkan, tayangan itu bisa diakses secara mobile
tanpa harus berada di dalam rumah. Sebab, terdapat alat yang disebut set of box,
yang berfungsi seperti decoder, sehingga melalui internet, tayangan itu dapat
dinikmati dari jarak jauh.

Kelebihan lainnya, seperti dijelaskan Chief Technical Officer Alcatel di
Indonesia Dirk Wolter, IPTV yang diluncurkan Alcatel menyediakan layanan
komunikasi melalui televisis dan nonton bareng bersama sesama pelanggan IPTV.
Alcatel juga menyediakan fasilitas kepda pelanggan untuk membuat tayangan
televisi sendiri yang dapat dinikmati pelanggan lainnya.

Sayangnya, diakui Dirk, harga layanan IPTV yang ditawarkan kepada masyarakat di
Bandung, maupun di kota-kota lain, masih terlalu tinggi, sehingga belum bisa
dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, segmen yang ditarget
awal pelanggan IPTV ini masih pasar menengah atas, hotel-hotel, maupun penghuni
apartemen.

Mengenai tarif, harga langgan yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan TV kabel
satelit, berkisar Rp 300.000 per bulan, ditambah perlengkapan decoder yang
harganya kurang dari Rp 1 juta. Setiap kanal televisi hanya menggunakan sekitar
2-4 mega bite per second dengan kualitas gambar yang setara dengan tayangan TV
yang saat ini sudah ada, bahkan tersedia tayangan dengan layanan multilingual.

”Di Indonesia, sebaiknya IPTV dikenalkan dengan flat tariff, sebab model
pembayaran itu yang lebih disukai konsumen kita,” kata Tony.

Menurut Tony, sejumlah kota besar, termasuk Bandung, saat ini sudah bisa
mengakses IPTV, melalui jaringan kabel telepon ataupun kabel listrik. Idealnya,
jaringan itu membutuhkan kualitas kabel yang bagus, tetapi kebanyakan kabel yang
sudah terpasang banyak yang berkualitas rendah. Dirk menambahkan, tahun 2007
nanti, akses IPTV sudah bisa mulai dinikmati di Bandung, meskipun belum semuanya
wilayah terlayani dengan baik. ”Murah atau tidak harganya, serta kapan IPTV
mulai bisa dinikmati masyarakat bergantung kemampuan operator menyediakan
jaringan yang memadai,” kata Dirk.

IPTV dan VOD, saat ini menjadi layanan baru, yang di banyak negara diluncurkan
oleh Telco’s (pemain tradisionil penyedia telekomunikasi di bidang
telekomunikasi. Layanan ini mulai memasuki pasar dan berkompetisi dengan layanan
TV standar yang dipancarkan melalui satelite, terestrial, dan kabel .

Besar lintasan data (bandwidth) jaringan broadband yang terus meningkat, makin
canggihnya teknologi kompresi, dan arsitektur distribusi baru membuat penyediaan
layanan IPTV/VOD secara teknik memungkinkan. Secara signifikan, pasar juga terus
membutuhkan pasokan konten-konten digital yang lebih banyak.

Disinilah Telco’s dapat mulai mencari kemungkinan pertumbuhan baru, sebagai
ganti dari sudah stagnannya pertumbuhan pendapatan dari layanan telpon
tradisional. Secara bersamaan, Telco’s mendapatkan ancaman dari penyedia jasa
berbasis kabel konvensional dan mulai masukknya perusahaan-perusahaan energi ke
bisnis data melalui jaringan distribusi energinya (contoh: PLN yang mulai ikut
bermain di bisnis internet).

Komponen-komponennya IPTV/VoDInternet-Protocol Television (IPTV) adalah
penyediaan layanan streaming tv secara langsung via jaringan IP berbandwitdh
lebar. Layanan ini bersifat multicast, dari satu sumber untuk banyak pengakses
secara bersamaan. Video on Demand (VoD) adalah penyediaan layanan video yang
diminta secara khusus oleh pengakses. Secara umum ini adalah layanan video
streaming unicast, yang dideliver ke satu pelanggan.

IPTV dan VoD keduanya masuk kategori layanan berkualitas siaran TV. Artinya
pelanggan akan menikmati layanan sekualitas TV satelit dan kabel yang sekarang
umum kita nikmati. Standar siaran TV ini saat ini hanya bisa dilayani oleh
provider berbasis satelit dan kabel dalam group tertutup. Internet IPTV dan
internet VoD yang merupakan implementasi awal dari kedua layanan diatas,
kualitasnya belum layak disandingkan dengan kualitas siaran TV.

Jenis-jenis Servis IPTV/VoD IPTV/VoD tidak hanya menyediakan jasa video,
beberapa servisnya meliputi: Servis TV, video yang dipancarkan dalam waktu yang
terjadwal, persis layanan TV konvensional. Pengembangan servis ini, bisa dengan
membuat kanal-kanal yang khusus, misalnya, khusus memasak, khusus olahraga dll.
Service VoD, Video yang dihantarkan ke pelanggan sesuai pilihan mereka.

Personal Video Recorder (PVR), Alat perekam yang akan merekam siaran untuk
diputar dilain waktu. Network Personal Video Recorder (NPVR), versi jaringan
dari PVR, NPVR tidak mesti ditempatkan di rumah pelanggan. Electronic Program
Guide (EPG), layanan yang memberikan info program-program eksisting dan
program-program kedepan dari layanan.

Information Services, layanan bersifat informasi, berita, laporan cuaca dll.
Interactive TV, TV Show, dimana pelanggan bisa interaktiv. Interactive
Applications, permainan yang dapat dideliver dengan mode broadcast, namun
memanfaatkan kelebihan sifat interaktifnya. Permainan dapat berupa singleplayer
atau mulitplayer antar pelanggan. Broadband Applications, video conferencing,
e-Learning, dan security monitoring.



Keuntungan Implementasi IPTV

Penyediaan jasa IPTV menggunakan IP network berimplikasi positif pada efisiensi
penggunaan jaringan. Jaringan IP, trafiknya dapat diatur sedemikian rupa,
sehingga beberapa jenis paket bundling bisa dilewatkankan di atasnya. Selain itu
terdapat kelebihan yang secara signifikan membedakan dari TV konvensional adalah,
dapat disediakannya layanan yang bersifat interaktif seperti misalnya Video on
Demand, ketimbang siaran TV lama yang lebih bersifat broadcast satu arah saja.

Sebagaimana disampaikan di atas, dasar dari layanan IPTV adalah triple play,
dimana data video, audio, dan data dipertukarkan didalam jaringan tempat layanan
di deliver. Berikut adalah tahapan dari transformasi yang mesti dilakukan untuk
mempersiapkan support arsitektur jaringan untuk layanan IPTV.

Dari Teknologi ATM ke IP Backbone (jalur data) lokal dan link intrnasional
memegang peranan penting dalam delivery layanan Broadband khususnya IPTV,
strategi yang dapat dilakukan pada sisi ini adalah :

1. Pertama, upgrade ATM DSLAM ke IP DSLAM, yang menghasilkan jaringan yang lebih
scalable.

2. Kedua, merubah pola koneksi yang komplek menjadi sederhana, misalnya dengan
membuat Zero Configuration di sisi pelanggan.

3. Ketiga, melakukan distribusi Node-Node broadband, misalnya BRAS, agar
pelanggan akhir mendapatkan akses terdekat ke network provider.

4. Keempat, memperbesar resource-resource network, membangun high speed backbone
misalnya, agar tidak terjadi bottle neck di jaringan penyedia layanan.

Penyiapan infrastruktur broadband

Terdapat beberapa bagian terintegrasi yang memungkinkan terselenggaranya layanan
IPTV:

• Pertama, universal broadbrand access, bagian paling dekat ke sisi pelanggan
ini menuntut update yang cepat dalah hal teknologi dan kemudahan delivery.
Upgrade teknologi pendukung layanan. Kebanyakan layanan broadband saat ini di
dukung tekonologi Lite DSL yang merupakan seri pertama dari teknologi broadband
berbasis DSL(Digital Subscriber Line). Untuk ke depan, paling tidak teknologi
pendukungnya harus dapat mensupport ADSL2 dan VDSL, agar layanan-layanan
audio-video, dapat di deliver ke pelanggan.

• Kedua, data aware transport, bagian ini harus dibangun dengan perspektiv
penjagaan kualitas terhadap data yang disalurkan. IPTV adalah layanan dengan
konten yang berkualitas tinggi, pengurangan yang terjadi akan mempengaruhi
kualitas layanan.

• Ketiga, service aware edge, bagian ini bertanggung jawab terhadap delivery
layanan sebagai sebuah servis yang mempunyai kualitas tertentu. Bagian inilah
yang secara revolusioner merubah internet IPTV/VoD menjadi murni layanan IPTV
dan VoD, karena kualitas servis dideliver di bagian ini.

• Keempat, service network, bagian ini memastikan data-data yang merupakan
bagian utama dari layanan dapat dihantarkan ke tempat-tempat/lokasi yang berada
jauh dari NOC (Network Operation Centre, Kantor Pusat penyedia layanan) secara
baik dan terjaga kualitasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: